Welcome to Convert

Optional Subtitle

Honda CR-V Facelift Sudah Bisa Dipesan, Bayar Tanda Jadi Cuma Rp 10 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah puasa meluncurkan produk baru pada 2020, PT Honda Prospect Motor (HPM) tampaknya akan segera mengenalkan Honda CR-V facelift dalam waktu dekat. Hal ini terungkap lewat bocoran foto-foto yang sudah ramai di media sosial. Terakhir, CR-V facelift kabarnya sudah berada di Indonesia dalam rangka pembuatan tayangan komersial. Honda barangkali belum mau mengungkap secara lebih rinci perihal jadwal kehadiran SUV baru ini. Namun sejumlah diler terpantau sudah membuka pemesanan CR-V facelift.

“Iya CR-V facelift bakal meluncur dalam waktu dekat, jika tertarik bisa berikan booking fee sebesar Rp 10 juta,” ujar salah satu pramuniaga Honda di Jakarta Selatan, kepada Kompas.com (6/2/2021). Ia juga mengatakan, bahwa konsumen yang memesan sekarang bakal mendapatkan unit CR-V facelift batch pertama. Adapun soal harganya, diprediksi tidak akan berbeda jauh dari harga sekarang. Untuk diketahui, saat ini CR-V dibanderol mulai Rp 470 juta (tipe 2.0L i-VTEC) sampai Rp 545,5 juta (tipe 1.5L Prestige Turbo).

“Harganya memang belum ada, nanti DP akan langsung dikurangi uang tanda jadi jika beli secara kredit. Kalau beli cash akan mengurangi harga OTR,” kata pramuniaga tersebut. Kehadiran CR-V facelift memang sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Apalagi beberapa negara sudah lebih dulu melakukan penyegaran, salah satunya seperti Malaysia pada November 2020. Selain tampilan yang berbeda dengan versi saat ini, diduga CR-V facelift juga akan mengusung teknologi Honda Sensing.

Meski bocoran sudah banyak beredar, Business Inovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy, tampaknya masih merahasiakan kehadiran SUV barunya. Namun produk baru memang menjadi salah satu strategi dari penjualan. Tapi untuk melakukan peluncuran, tergantung dari kondisi pasar seperti apa, termasuk apa yang dibutuhkan konsumen. “Saat ini kami belum bisa memberikan komentar dulu, ditunggu saja informasi resmi dari kami nanti ya,” ujar Billy, kepada Kompas.com belum lama ini. “Kalau ditanya penyegaran produk, memang itu menjadi salah satu strategi kami, tapi model dan waktunya tidak bisa kami informasikan sekarang karena tergantung kebutuhan konsumen dan kondisi pasar,” katanya.

Penulis : Dio Dananjaya
Editor : Aditya Maulana

Open chat